Diskusi Dan Seruput Kopi Bersama Pakar Dalam Forum Sekop Baru

Polinela, (15/11/2019). Sebagai media komunikasi dan melaksanakan edaran gubernur Lampung yang menetapkan hari jum’at sebagai sebagai hari minum kopi, Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (UPPM) Politeknik Negeri Lampung membuat sebuah program bernama Sekop Baru. (Seruput kopi bersama UPPM).

Acara ini merupakan wadah diskusi para pakar dari berbagai ilmu di Politeknik Negeri Lampung (POLINELA). Pada pertemuan ini dihadirkan tiga orang pakar dari berbagai bidang ilmu. Ilmu perkebunan menghadirkan Ir. Joko SS Hartono, M.Si. sebagai ahli kakao dan kopi, ilmu peternakan Riko Noviadi, S.Pt., M.Si. sebagai ahli bidang nutrisi dan perunggasan , dan ilmu perikanan Bapak Pindo Witoko, S.Pi., M.P. sebagai ahli bidang perikanan dan kelautan. Ketiga pakar ini melakukan diskusi bersama didampingi oleh kepala UPPM Bapak Agung Adi Candra, S.Kh., M.Si. Bermacam isu-isu perkembangan keilmuan di setiap bidang bermunculan dan menarik untuk dibicarakan. Salah satunya adalah perkembangan kopi di provinsi Lampung. Sebagai salah satu produk unggulan Lampung, kopi memiliki trend positif beberapa tahun belakangan ini.

Perkembangannya telah mampu membawa Lampung sebagai sentra kopi dunia. Kopi Lampung memiliki kararakteristik yang istimewa dibanding kopi robusta dari daerah lain dan memiliki prospek untuk terus dikembangkan. Akan tetapi masih ada masalah dalam sektor hulu kopi, mulai dari kapasitas produksi yang masih kurang optimal, hama penyakit sampai pada pengelolaan tata guna dan pemupukan lahan dengan pupuk kimia menjadi masalah tersendiri. Pemakaian pupuk sintetis, pestisida dan herbisida yang tidak bijaksana merupakan pekerjaan rumah tersendiri bagi perguruan tinggi, peneliti dan pemangku kepentingan untuk meningkatkan produktivitas kopi Lampung. Selain kopi, Lampung juga merupakan sentra produksi kakao. Namun tren beberapa tahun terakhir ini nasib kakao sedikit berbeda dengan kopi. Produksi kakao makin menurun, bahkan di lokasi sentra kakao sekalipun. Berbagai permasalahan menghantui.tanaman kakao,..mulai dari tanaman tua, hama penyakit hingga alih guna lahan kakao menjadi pemukiman.

Di bidang peternakan, bidang unggas pedaging, petelur dan sapi potong masih menjadi primadona. Kecanggihan teknologi membawa perubahan cukup besar dengan mendobrak stigma pemeliharaan sapi perah yang hanya dapat dilakukan di dataran tinggi, namun saat ini sapi perah dapat diproduksi di dataran rendah seperti yang telah dilakukan oleh salah satu perusahaan agroindustri di Lampung. Informasi tentang hal tersebut selayaknya disebarluarkan secara masif ke masyarakat agar masyarakat juga semakin cerdas dan melek terhadap perkembangan teknologi peternakan yang sangat pesat. Pindo witoko sebagai ahli perikanan juga menyampaikan perkembangan sektor perikanan Lampung yang menggeliat menyusul produk pertanian lainnya. Selain perikanan darat, sektor perikanan laut juga menyimpan potensi yang sangat besar untuk dikembangkan lebih masif lagi, salah satunya pemeliharaan udang di keramba.

Polinela dalam perkembangannya selalu berupaya agar sumberdaya penelitian dapat selalu update dan menghasilkan inovasi baru dari hulu hingga hilir yang mengakomodir kebutuhan masyarakat akan teknologi tepat guna yang aplikatif.

Diskusi Dan Seruput Kopi Bersama Pakar Dalam Forum Sekop Baru